Opening 2018 with Marco

These last 2 weeks were somewhat perfect to open 2018. Why? Because I met Marco. He’s Swiss. Somewhere very cold with full of banker out there, one of country where living cost can be super duper expensive (but he said it isn’t true). I firstly thought that he is my boss’ guest, as she usually … Continue reading Opening 2018 with Marco

Advertisements

What I Talk About When I Talk About Running (Haruki Murakami)

Buku sepanjang 197 halaman ini saya selesaikan dalam waktu yang…err…sangat lama, yaitu 3 minggu. Sebuah kebiasaan yang sangat buruk, saya pikir, dengan berlarinya waktu dan membuat saya menyadari bahwa saya kehilangan fokus. Tapi akhirnya, ketika saya menulis ini, buku tipis yang pengerjaannya makan waktu 10 tahun ini usai juga. Meskipun buku ini bukan buku Murakami … Continue reading What I Talk About When I Talk About Running (Haruki Murakami)

Pekerja di Start-Up

Sudah agak lama saya pingin menulis ini, dimulai dari aktivitas bertukar kabar dengan seorang kawan hingga janji untuk menulis tentang pekerjaan. Kami berdua sama-sama memilih untuk bekerja di start up dan masih bertahan di tempat yang sama terhitung dari pertama kali kami memutuskan untuk berkelana di usaha bisnis semacam ini. Berikut beberapa hal yang saya … Continue reading Pekerja di Start-Up

Belajar Cokelat di Negeri Seberang (2)

Yap, ini adalah lanjutan cerita belajar singkat ke Belgia 2 bulan lalu. Setelah di tulisan pertama saya bagi tentang persiapan keberangkatan yang ala kadarnya, di tulisan bagian ke-2 ini saya mau cerita mengenai kelas-kelas yang saya ikuti. Tentu akan ada tulisan ke-3, isinya tentang hura-hura. Haha. Nggak nding. Sebagai gambaran, Cacao Lab Workshop tahun 2017 … Continue reading Belajar Cokelat di Negeri Seberang (2)

Kabar dari Tetangga

Sekira 20an tahun lalu, berdiri sebuah toko kelontong sebagai toko serba ada yang paling hits di komplek perumahan kecil tempat saya tinggal. Apalagi hanya berjarak satu rumah dari rumah saya, betapa gembiranya ibu saya mengirim saya bolak-balik ke sana untuk beli apapun. Iya apapun, sebut saja gas, margarin, garam, kue, alat tulis, alat jahit, kalkulator, … Continue reading Kabar dari Tetangga

Demi Bukber Apapun Kulakukan

Malam 17 Ramadhan. Aroma bensin menguak dari luar, ada bocah kos sedang utak-atik motornya. Pusing karena menghirup paparannya selama 2 jam terakhir, mata saya pun memutuskan untuk tidak terpejam sementara. Teringat waktu tadi buka bersama dengan beberapa teman, salah seorang teman menyampaikan selentingan yang membuat saya memutuskan memanfaatkan penolakan terpejamnya mata malam ini dengan bercerita. … Continue reading Demi Bukber Apapun Kulakukan

Belajar Cokelat di Negeri Seberang (bagian 1)

It’s not a first-day-school matter, it’s about a first-of-everything experience matter. Begitu pula yang saya jalani 2 bulan terakhir ini. Mendapat kesempatan belajar tentang kakao dan cokelat selama 2 minggu di Belgia bulan Mei nanti menjadi hal yang setengah membangkitkan semangat, setengah memusingkan. Mulai dari visa hingga printilan saya susun sendiri secara detail, tanya kesana … Continue reading Belajar Cokelat di Negeri Seberang (bagian 1)

Melapor Pajak Sendiri (versi kaum pekerja)

Sudah lama sekali sebenarnya saya berhutang untuk tulisan ini. Iya, melaporkan pajak tahunan, yang walaupun hanya dilakukan sekali setahun, ternyata harus dijadwalkan memang. Beruntung, mulai tahun lalu sistem pelaporan pajak sudah jauh lebih mudah dengan keberadaan e-fin dan sistem komputerisasi berbasis daring yang tidak merepotkan, apalagi jika Anda kelas pekerja. Guampang banget. Namun, proses mudah … Continue reading Melapor Pajak Sendiri (versi kaum pekerja)

Delicacao 80% Bali

Jarang-jarang ada cokelat lucu masuk ke Lampung. Kemarin di Gelael (atau di beberapa tempat namanya Super Indo) saya menemukan deretan dark chocolate berbagai kadar, mulai dari 60% sampai 100% ada. WOW EMEJING! Biji kakaonya dituliskan dari Tabanan, sebuah daerah di Bali. Setahu saya Pipiltin Cocoa di Jakarta juga menggunakan biji kakao dari Tabanan, Bali untuk … Continue reading Delicacao 80% Bali