Perjalanan Lanjut Sekolah…Belum Berakhir, Bung! (Bagian 3-selesai)

[bacaan sebelumnya bisa dibaca di sini] Tahap pertama: administrasi. Standar, tidak banyak yang berubah, kuncinya adalah cermat. Tahapannya adalah membuat akun personal, mengisi semua pertanyaan, mengunggah esai dan beberapa surat pernyataan, lalu submit. Masa tunggu pengumuman tadinya dijadwalkan 1 bulan setelah tanggal terakhir submit, tapi karena satu dan lain hal maju jadi lebih cepat: 2 … Continue reading Perjalanan Lanjut Sekolah…Belum Berakhir, Bung! (Bagian 3-selesai)

Perjalanan Lanjut Sekolah…Belum Berakhir, Bung! (Bagian 2)

[cerita sebelumnya dapat dibaca di sini] Indonesia Mengglobal Di tengah ketidakjelasan hidup dan pilihan yang harus segera saya ambil untuk melanjutkan hari-hari yang masih 1x24 jam, seorang kawan mengunggah tawaran bergabung mentoring lanjut sekolah di bawah payung inisiatif nonprofit bernama “Indonesia Mengglobal”. Saya baca-baca tentang inisiatif ini dan cukup tertarik dengan metode yang ditawarkannya, yaitu … Continue reading Perjalanan Lanjut Sekolah…Belum Berakhir, Bung! (Bagian 2)

Perjalanan Lanjut Sekolah…Belum Berakhir, Bung! (bagian 1)

Tulisan ini adalah...hmm…katakanlah, perjalanan saya yang nggak seberapa untuk tiba pada titik bisa diterima beasiswa yang saya bayang-bayangkan sejak lulus kuliah S1. Iya, yang 8 tahun lalu itu. Perjalanan mencari beasiswa (bagi saya) adalah perjalanan panjang lagi sunyi, hanya diri sendiri yang paham sampai mana sanggup berlari, jatuh, berdiri, lari, jatuh, berdiri, lalu lari lagi. … Continue reading Perjalanan Lanjut Sekolah…Belum Berakhir, Bung! (bagian 1)

Air Sahabatku

Pertama, bilang sama diri sendiri “air sahabatku”. Ke-2, latihan terus. Dua pesan terbaik dari seorang kawan untuk meningkatkan kepercayaan diri saya agar bisa mengapung di air.   Dari dulu saya selalu ingin bisa berenang. Waktu duduk di bangku Sekolah Dasar, beberapa kawan didaftarkan oleh orangtuanya untuk ikut les berenang tiap seminggu sekali, sementara saya tidak. … Continue reading Air Sahabatku

Melongok ke 2018

Halo, 2019! Saya sedang bersemangat mendata 8 hal paling berkesan sepanjang tahun 2018 kemarin. Mari kita rangkum dengan baik dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Film terbaik : Posesif Terbaik karena alur ceritanya dan Putri Marino. Bagi yang belum lihat, sila lihat sendiri. Sudah lama nggak lihat acting yang se-alami Dian Sastrowardoyo di deretan film Indonesia, dan … Continue reading Melongok ke 2018

Presentasi Pertama

*Tulisan-tulisan dengan pilihan kata ganti subyek “aku” bersifat reflektif dan personal, tapi saya unggah karena mungkin suatu hari saya akan membacanya kembali untuk mengingat-ingat pernah di situasi ini (dan menertawakannya). Seringkali akan tidak bermutu, tapi bagaimana ya. Kadang-kadang saya nggak se-tangguh yang terlihat sih :p Kalau malas baca, skip aja  ya, sis bro. Hari ini … Continue reading Presentasi Pertama

Pesan-Pesan Pak Jobs

Beberapa bacaan bisa sangat mempengaruhi cara berpikir pembacanya. Termasuk ketika membaca biografi seorang tokoh, cara penulis memaparkan bisa membuat pembacanya sedang berada dalam dongeng sebelum tidur yang panjang lalu bangun dengan kisah hidup si tokoh yang berputar-putar di kepala. Isaacson dengan bukunya “Steve Jobs”, belakangan sangat mempengaruhi saya. Jadi kalau Anda lagi berada dekat dengan … Continue reading Pesan-Pesan Pak Jobs

Mengenali Dampak Kebanyakan Tidur

Belakangan, saya merasa mengalami gangguan kebanyakan tidur, sampai-sampai saya mengira saya mengidap narkolepsi. Iya, kamu tidak salah baca. Gangguan kebanyakan tidur, bukan sulit tidur. Kawan-kawan dekat saya sebenarnya sudah tahu seberapa mudahnya saya jatuh tertidur dalam berbagai kesempatan sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun, bulan ini semakin parah. Bisa 3-4 kali jatuh tertidur dengan melamun sebentar … Continue reading Mengenali Dampak Kebanyakan Tidur

Dunia Kali : Cerita dari Bapaknya

Dunia Kali hanyalah satu bab dari lima bab yang dituliskan Puthut yang dikumpulkan dari status-status di akun Facebook pribadinya. Dicetak dalam bentuk fisik terbatas yang dalam hitungan jam langsung menyentuh batas maksimum (kalau tidak salah waktu itu cuma ditawarkan 200 eksemplar bagi yang berminat memesan), belakangan Puthut ternyata menyilakan siapapun mengunduh bebas versi elektroniknya Saya … Continue reading Dunia Kali : Cerita dari Bapaknya