Melapor Pajak Sendiri (versi kaum pekerja)

Sudah lama sekali sebenarnya saya berhutang untuk tulisan ini. Iya, melaporkan pajak tahunan, yang walaupun hanya dilakukan sekali setahun, ternyata harus dijadwalkan memang. Beruntung, mulai tahun lalu sistem pelaporan pajak sudah jauh lebih mudah dengan keberadaan e-fin dan sistem komputerisasi berbasis daring yang tidak merepotkan, apalagi jika Anda kelas pekerja. Guampang banget. Namun, proses mudah tersebut senyatanya baru saya lakukan tahun ini karena tahun lalu saya masih merasa sistem yang mudah ini membingungkan sehingga masih lapor manual dengan dating ke kantor pajak (yang melelahkan karena harus mengantri lama). Ndeso? Iya, saya akui. Haha.

Jadilah tahun ini saya bertekad lapor via akun daring kantor pajak. Begini langkah-langkahnya :

  1. Minta surat bukti potong pajak
  2. Minta e-fin di kantor pajak terdekat di kota Anda (tidak harus kota domisili sesuai KTP). Syarat-syarat yang perlu dibawa : 1) fotokopi KTP, 2) fotokopi NPWP, 3) print bukti potong pajak, 4) formulir permintaan penerbitan e-fin, bisa diunduh di http://www.pajak.go.id/content/formulir/16236/formulir-aktivasi-efin
  3. Masuk ke situs web https://djponline.pajak.go.id/account/login. Kalau Anda adalah pengguna pertama (belum pernah daftar), klik https://djponline.pajak.go.id/registrasi , lalu tinggal isi nomor NPWP dan efin di kolom yang tersedia.
  4. Cek email verifikasi, lalu verifikasi.
  5. Ke langkah nomor 3. Ikuti saja langkahnya.
  6. Setelah selesai, Anda akan mendapatkan email notifikasi bahwa pengisian laporan pajak tahunan Anda sudah selesai.

 

Tips :

  • Potretlah e-fin Anda dan kirimkan ke email. Karena e-fin ini hanya digunakan setahun sekali, kerentanan hilangnya bisa mencapai 90% jika tidak dirawat dengan baik.
  • Jika bingung dalam pengisian, minta seseorang mendampingi Anda. Saya kemarin dibantu orang keuangan di kantor saya, ada beberapa kolom yang sebaiknya diisi, seperti kepemilikan harta pribadi, walau sekedar punya telepon genggam atau motor.
  • Buka web di Chrome atau Mozilla, karena Opera tidak cukup mendukung OS nya.

 

Cepat sekali, bukan? Wis lek ndang lapor.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s