Berbenah Bersama Konmari (1)

Been a loooong time since I asked myself about when I’d be at home. And here the time comes.

Tiga minggu terakhir banyak saya habiskan dengan berberes. Ya di Lampung, ya di Jogja tentu saja. Pack, unpack. Total saya kirim pulang 4 kardus besar barang dan 2 kardus kecil lewat bus Damri. Anyway, pengiriman via Damri saya pilih karena saya pikir harganya akan lebih murah, tapi ternyata tidak juga. Tetap saja budaya bagi hasil antara petugas jaga tiket, penerima tamu (orang yang ketemu saya di loket pertama kali begitu tiba di terminal, entah siapa), sopir, dan kondektur bus berlaku. Barang kiriman saya dikenai harga Rp 350.000 setelah sebelumnya ditembak dengan harga Rp 450.000, atau seharga 1 bangku penumpang jurusan Lampung-Yogyakarta.

Tips mengirim barang lewat Damri dengan penawaran harga yang bagus : pelajari jadwal keberangkatan bus, datang temui sopir atau kondekturnya langsung, pasang senyum manis kalau situ merasa manis (tidak disarankan untuk yang berwajah pas-pasan) dan/atau sekalian muka preman, jangan bawa mobil mewah (misal : CRV, Fortuner, BMW, apalagi Alphard)

Opsi lain yang terpikirkan oleh saya saat itu adalah beberapa penyedia paket ukuran koli dan Rosalia Indah (bus juga). Kedua pilihan itu sudah memiliki sistem sendiri untuk penentuan tarifnya, yaitu dengan satuan berat atau volume yang dikalikan dengan harga jarak tempuh pengantaran. Namun iseng saya coba, Damri yang kiranya lebih fleksibel mungkin bisa agak murah. Murah, memang, tapi ternyata ya gitu. Di pool  Yogyakarta, barang saya tidak terlindung secara baik karena memang tidak ada gudang penyimpanan barang yang resmi. Tidak hanya di Yogyakarta, tapi juga di Jakarta.

Jadi pesan moralnya, kalau mau murah dan cepat bisa pakai Damri tapi harus segera diambil kalau tidak mau barangnya kehujanan. Sekian.

Menata Kembali

Pekerjaan membuka barang dan menata kembali ini adalah urusan lain. Begitu saya tiba di rumah, melihat koper dan tumpukan kardus rasanya ingin rekrut asisten untuk beberes. Lihat lemari pakaian yang penuh, rak buku yang berdebu, dapur yang semrawut, meja belajar yang penuh dengan tumpukan entahlah membuat saya hanya sanggup menghela nafas lalu rebahan. Ya bayangkan, saya tumbuh 20 sekian tahun di rumah ini dengan segala barang ini. Haha. Mulai dari mana ya?

Saya lalu teringat Konmari (Marie Kondo) yang menyarankan untuk memulai berbenah dari kategori pakaian. Mengingat cukup banyaknya pakaian yang saya bawa pulang (setelah banyak juga yang disortir-hibahkan) dan lebih banyak lagi pakaian di lemari saya yang mencakup baju-baju sejak jaman kuliah, saya pilih menyediakan ruang simpan terlebih dahulu sebelum menata pakaian.

Related image

Sumber gambar : http://eliseblaha.typepad.com/golden/2015/05/tidying-life-changing.html

 

Akhirnya saya keluarkan semua pakaian di dalam lemari dengan berpegang pada prinsip “pertahankan atau singkirkan”.

Pertahankan yang hanya dan hanya jika baju tersebut dipakai dalam kurun waktu 1-2 minggu ke depan, berbahan dasar nyaman, membuat senang hati jika dipandang, dan muat badan tanpa memaksa dimuat-muatin.

Singkirkan yang terakhir dipakai setahun yang lalu, berwarna sendu dan mendatangkan kegundahan, dan kalau disodori pertanyaan “kapan nih mau pakai aku?” jawabannya “kapan-kapan”.

Dimana, tentu saja, kapan-kapan seringnya hanya memiliki kadar 10-15% akan ditindaklanjuti. Disimpan karena ada sedikit kenangan, sudah begitu saja.

Setelah melakukan penyortiran besar-besaran, usailah sudah tahap penataan pertama, yaitu pakaian, dengan menyisakan 1 slot kosong untuk sekitar 30 baju baru yeeeeeiiiyyyy (artinya, ruang untuk penyimpanan persediaan pakaian, kerudung, dan lain-lainnya selama setahun ke depan aman). Dengan berakhirnya tahap ini, saya memberanikan diri untuk beristirahat sejenak sebelum menuju ke tahap printilan lainnya. [bersambung]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s