Mengenali Dampak Kebanyakan Tidur

Belakangan, saya merasa mengalami gangguan kebanyakan tidur, sampai-sampai saya mengira saya mengidap narkolepsi. Iya, kamu tidak salah baca. Gangguan kebanyakan tidur, bukan sulit tidur. Kawan-kawan dekat saya sebenarnya sudah tahu seberapa mudahnya saya jatuh tertidur dalam berbagai kesempatan sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun, bulan ini semakin parah. Bisa 3-4 kali jatuh tertidur dengan melamun sebentar saja. Walau cuma 1 jam, misalnya, tapi kalau dijumlah bisa 4 jam. Tambah tidur malam 6 jam, jadi 10 jam. Dan karena dilakukan terus menerus, jadi sebuah kebiasaan yang makin sulit diubah.

Saya kira hanya kebetulan karena bulan lalu adalah bulan puasa. Tapi lalu menjalar hingga hari-hari belakangan ini dan saya pikir saya harus membuat catatan ringan tentang dampak, terutama yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, yang saya rasakan. Untuk apa? Ya siapa tahu ada yang merasakan hal yang sama dan bisa bantu saya hehe.

  1. Daya tangkap melambat

Saya merasa lemot, sering tidak nyambung dengan kalimat-kalimat panjang, padahal kawan sebelah yang menyimak perihal  nyambung-nyambung aja. Akibatnya, saya seringkali meminta kawan yang sedang bicara mengulangi kalimatnya atau bicara lebih pelan. Mereka maklum sih, tapi saya sendiri kadang setelah pembicaraan selesai, bertanya pada diri sendiri : kok bisa hal kecil kayak gitu aja kamu nggak ngerti sih, Sin?

Di situlah saya merasa efek kebanyakan tidur mulai mempengaruhi keseharian.

  1. Lama merampungkan satu bacaan

Jangankan buku, artikel agak panjang di Tirto saja membuat mata saya lelah membaca dalam satu sesi scrolling. Rasanya ada sistem di otak yang menolak menerima informasi terlalu banyak, lalu dia ngambek dan minta berbaring. Lalu tidur.

  1. Kesulitan fokus

Mengacu pada poin 2, tentu penyebab lamanya masa penyelesaian sebuah bacaan salah satunya adalah kehilangan fokus. Secara pribadi ini mengganggu, karena bukan hanya perkara menyelesaikan tugas baca, tapi merampungkan tulisan panjang atau melakukan pekerjaan yang sedikit njlimet jadi aras-arasen.

  1. Kesulitan berkomunikasi

Pada sebuah kesempatan berbicara dengan kawan dengan berhadapan antarmuka, saya bercerita sesuatu selama sekitar 2-3 menit dan ketika sudah ¾ jalan, saya merasa cerita saya tidak runut. Lompat dari satu cerita ke cerita lain, dari tokoh satu ke tokoh yang lain hingga si pendengar beberapa kali mengernyitkan kening.

Saya tidak pernah merasa se-berantakan ini sebelumnya ketika bercerita. Oleh karena rasa bersalah, saya akhirnya sesekali bertanya pada rekan bicara saya, “Kamu paham nggak cerita aku barusan? Maaf ya, ngebingungin”. Walaupun dia cuma ketawa, tapi saya tetap merasa ini adalah sebuah…perubahan yang kurang baik.

  1. Blank

Masih menyambung tentang komunikasi. Dalam perjalanan bercerita, terkadang saya tiba-tiba nge-blank. Pun dalam kegiatan menjawab pertanyaan, seringkali luber kemana-mana. Tidak hanya sekali saya coba mengecek jawaban saya dengan, “Eh jawabanku barusan tadi menjawab pertanyaanmu, nggak?” Sungguh, sedih sekali saya. Saya rasa ini adalah salah satu efek samping dari simpul-simpul saraf otak yang bekerja tidak kompak. Ada yang cepat, ada yang lambat. Ada yang sudah memberikan reaksi, ada yang masih santai ngopi-ngopi, ada yang masih selonjoran sambil peregangan badan.

 

Begitulah.

Kalian jangan sampai begitu ya. Saat ini saya sedang bereksperimen dengan diri saya sendiri untuk membuat kebiasaan-kebiasaan menyedihkan di atas berkurang. Hasilnya nanti saya akan coba tulis (kalo berhasil). Ingat ya, ini bukan untuk mereka yang insomnia, melainkan sebaliknya.

Ohya, jika kamu punya saran untuk saya, boleh juga saya dikasih tahu. Eh tapi jangan suruh saya minum kopi ya, karena minum kopi atau tidak, saya tetap bisa tidur tepat waktu. Kecuali sakit perut karena nekat minum kopi terlalu malam.

Advertisements

2 thoughts on “Mengenali Dampak Kebanyakan Tidur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s