Kabar dari Tetangga

Sekira 20an tahun lalu, berdiri sebuah toko kelontong sebagai toko serba ada yang paling hits di komplek perumahan kecil tempat saya tinggal. Apalagi hanya berjarak satu rumah dari rumah saya, betapa gembiranya ibu saya mengirim saya bolak-balik ke sana untuk beli apapun. Iya apapun, sebut saja gas, margarin, garam, kue, alat tulis, alat jahit, kalkulator, … Continue reading Kabar dari Tetangga

Advertisements

Demi Bukber Apapun Kulakukan

Malam 17 Ramadhan. Aroma bensin menguak dari luar, ada bocah kos sedang utak-atik motornya. Pusing karena menghirup paparannya selama 2 jam terakhir, mata saya pun memutuskan untuk tidak terpejam sementara. Teringat waktu tadi buka bersama dengan beberapa teman, salah seorang teman menyampaikan selentingan yang membuat saya memutuskan memanfaatkan penolakan terpejamnya mata malam ini dengan bercerita. … Continue reading Demi Bukber Apapun Kulakukan

Lukvi

Di antara diskusi-diskusi absurd, obrolan-obrolan (sok) reflektif, gojegan berseling hinaan kejam waton muni, ternyata ada juga petuah-petuah sehat yang bisa keluar dari mulut mbak-mbak ini. Saya kenalkan, tempat singgah 1-2 malam jika ada keperluan di pusat kota Jakarta tanpa harus sewa hotel, Lukvi. Berikut petuah-petuah bijaknya : β€œGusti Allah mboten sare, awake dewe sing keturon … Continue reading Lukvi